Liburan awalnya saya ramalkan akan menjadi hari semi sibuk, mengingat ada beberapa tanggungan yang harus saya kerjakan, nulis untuk proyek pribadi dan grup untuk UKM, ngeliput, ngejar target buat lomba yang coba-coba saya ikuti. Namun, yang terjadi justru jauh dari ramalan saya (kan eyke bukan Dedy corbuzer cyin,hoho). Jadi begini, selama liburan ini saya baru sadar kalo saya mandul (Oh...tidaak!! kamu ga bisa punya anak Gia??), bukan, bukan itu! jangan berpikir terlalu dramatis dulu, saya mandul disini maksudnya adalah saya ga punya keturunan karya selama liburan ini. Ga tau kenapa, sudah coba saya tulis puisi, opini ato apalah yang setidaknya bisa mensunat tanggungan saya itu, tapi yang terjadi saya malah guling-guling di atas kasur, beradegan ranjang (maksud disini adalah tepar-meluk guling), update status dan terlena oleh bius TV, . Alhasil, proyek saya ga kelar-kelar, selama hampir dua minggu nangkring di rumah yang bisa saya hasilkan adalah 1 liputan berita, 1 puisi, wes itu tok! Padahal saat hari-hari biasa saat kuliah dulu, hampir tiap hari saya menghasilkan minimal 1 karya, entah itu puisi ataukah hanya fiksi mini. Beberapa penyebab pun sempat saya ciduk sebagai tersangka utama kemalasan saya ini, dan mereka adalah *jreng jreng*
1. Terjebak zona nyaman
Gara-gara sudah liburan, kuliah absen, no tugas, no quiz, hidup pun serasa bebas seperti merpati. Zona nyaman itu memang nyaman, tapi hati-hati dibalik semua kenimatan itu ada bisa yang membuat kita mati rasa akan tanggungan yang selama ini harus dikerjakan
2. Tidak adanya "the power of kepepet"
Orang bilang kalo kita kepepet maka kita akan terangsang untuk melakukan segalanya cepat, inspirasi pun sperti disodok untuk segera menyeruak, dan kita pun langsung segera menunaikan kewajiban, dan itu belum saya rasakan, hihihih…Oleh karena itu, pepet saya donk…. :D
3.Kurang baca
Selama liburan ini saya kurang baca, palingan baca majalaH aja, itupun Cuma satu majalah yang saya selesaikan berhari-hari. Selebihnya tidak ada. Mungkin karena saya tidak ada bahan yg menurut hati saya pas untuk dibaca. Solusi untuk ini sudah saya pikirkan, yaitu dengan mengunjungi perpus daerah, eh tapi niat itu selalu digagalkan oleh nafsu saya yang on fire kalo masalah tidur dipagi hari. Alhasil, beginilah, saya Cuma bisa nulis beginian, kurang berbobot ya mungkin….tapi tak apalah, yang penting nulis, hoho.







